Thursday, January 17, 2019

ARSITEKTUR KOMPUTER


NAMA KELOMPOK:
-          EKKY KURNIAWAN (12515152)
-          FAJAR NUR DWI .C (
-          FAIZAL AGEL (12515418)
-          CEVIN SITEPU (11515449)
-          MIKKO ADITYA (14515178)
-          RIZKI NUR DWI .P (16515154)
KELAS: 4PA15

CONTOH APLIKASI
Interpretasi Test EPPS
Tujuan
Untuk membantu psikolog agar lebih mudah mengkoreksi jawaban dari subyek yang mengerjakan test EPPS.
Batasan
Untuk memperkecil kemungkinan kesalahan dalam interpretasi test EPPS.
Kontrol
Kertas lembar jawaban komputer yang sudah disesuaikan dengan aplikasi.
Input
Lembar jawaban komputer yang sudah disesuaikan dengan aplikasi, pensil 2B.
Proses
Memproses jawaban data test EPPS.
Output
Hasil interpretasi test EPPS.
Umpan Balik
Meringankan pekerjaan pengoreksi test EPPS


Saturday, October 27, 2018

Sistem Informasi psikologi

tugas 1 sistem informasi psikologi

Sistem informasi psikologi

1.     Pengertian sistem
Menurut Davis, G.B (1999) Sistem merupakan gabungan dari berbagai elemen yang bekerja sama untuk mencapai suatu target.
Selain itu menurut L. James Havery (2000) Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
Dan menurut Jogiyanto (2005) dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, menjelaskan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan-tujuan tertentu”.
 Dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah susunan atau bagian yang menyatu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2.     Pengertian informasi
Menurut Kusrini (2007) informasi adalah sebagai data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi orang yang menggunakannya. Hasil pengolahan data tersebut memiliki manfaat dalam pengambilan keputusan atau manfaat untuk mendukung sumber informasi.
Sedangkan menurut Abdul Kadir (2003) informasi merupakan data yang telah diproses. Pemrosesan data tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga data yang telah diproses tersebut dapat meningkatkan pengetahuan orang yang menerima dan menggunakannya
Dan dalam buku Sistem Informasi Akuntansi, Azhar Susanto (2013) mendefinisikan informasi sebagai hasil pengolahan data. Data yang dihasilkan tersebut memberikan arti & manfaat tertentu bagi orang yang menerimanya.
Berdasarkan ketiga definisi para tokoh tersebut informasi adalah suatu data yang sudah diolah atau di proses sehingga memiliki manfaat bagi manusia.
3.     Pengertian psikologi
Menurut Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
Sedangkan menurut chaplin (2002) Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan
Dan Menurut Wundt (2003) psikologi bertugas menyelidiki apa yang kita sebut pengalaman dalam sensasi dan perasaan sendiri, pikiran serta kehendak kita yang bertolak belakang dengan setiap objek pengalaman luar yang melahirkan pokok permasalahan ilmu alam.
Dari ketiga tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia.
4.     Sistem informasi psikologi
Berdasarkan pengertian istilah-istilah tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah Suatu sistem yang mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi tentang perilaku manusia


Daftar Pustaka
Azhar Susanto. 2013. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
Chaplin. J.P. (2002). Kamus lengkap psikologi. Cetakan Keenam. Penerjemah :    Kartiko, K. Jakarta : PT. Raja Grafika Persada.
Davis GB. 1999. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Cetakan   Kesepuluh.          Terjemahan. Penerbit : PT. Pustaka Binaman Pressindo,          Jakarta.
Jogiyanto, Hartono. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Edisi        III.  Yogyakarta: ANDI
Kadir, Abdul. 2003. konsep dan tuntunan praktis basis data. Yogyakarta:ANDI
Kusrini. 2007. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Penerbit Andi,       Yogyakarta
L James, Havery. (2000). sistem informasi: Jakarta
Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.

Monday, October 22, 2018

sistem informasi psikologi

System
Elements

Goal

Input
Processing
Output










Statistical Product And Service Solution
Data yang ingin dianalisis.











Perangkat yang sudah diinstal program SPSS.
Langkah pertama, masukan data dan masukan masukan variabel.
Selanjutnya, pilih analisis statistic, lalu masukan data data.
Lalu arahkan SPSS untuk membuat analisis yang diperlukan.
Tahap keempat, lihat dan manipulasi output. Setelah data dimasukan dan dianalisis, makan akan tampil jendela baru yang akan menunjukan hasil.










Hasil data yang sudah dianalisa oleh SPSS









Data hasil analisis seseorang yang sedang melakukan penelitian dibidang psikologi dengan metpde kuantitatif.

Sunday, January 8, 2017

Test Psikologi Online

Tes psikologi online ini memudahkan kita untuk mengevaluasi diri kita dan berperan besar dalam pengembangan diri. Segala sesuatu akan mempunyai dampak, dari positif hingga negatif  termasuk tes psikologi online.
DAMPAK POSITIF
  1. Dapat dilakukan di rumah bahkan dimana saja kapan saja dengan internet.Tidak perlu keluar rumah untuk tes psikologi kita bisa mengerjakannya kapan saja dimana saja melewati web tes psikologi online dengan akses internet.
  2. Bisa mencoba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lainnya.
  3. Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
  4. Tesnya pun tidak di batasi bisa sebebas mungkin kita melakukannya dan berbagai tes yang lainnya.
  5. Kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang soal-soal tes dan tips cara menjawab psikotes tersebut.
  6. Selain itu tes psikologi melalui online sangat menghemat uang saku kita hanya mengandalkan akses internet saja, dari pada kita harus berbayar sebesar ribuan sampe ratusan.
  7. Setelah hasil di ketahui, hasil kita tersebut bisa membuat kita lebih termotivasi lagi bisa tahu kepribadiaan, prilaku, IQ, bakat, dan sebagainya.
  8. Hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang lama.
DAMPAK NEGATIF    
  1. Kerahasiaan alat tes semakin terancam.
  2. Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor.
  3. Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek seperti wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data menjadi valid.
  4. Individu akan sudah mengetahui dan memahami materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
  5. Soal soal yang diberikan tidak selalu update.
  6. Masalah penilaian masih kurang akurat karena bukan dinilai oleh ahlinya secara langsung. 
  7. Posisi negatifnya juga jika kita melakukan tes psikologi secara online kita belum tau pasti web tersebut resmi atau tidak, di era yang sekarang ini teknologi sudah sangat canggih belum tentu yang membuat web tes psikologi tersebut psikolog sungguhan melainkan orang-orang biasa.
  8. Tes psikologi secara online ini sebenarnya sangat merugikan para psikolo-psikolog yang lain karena tes ini bisa membuat nama psikolog menjadi tidak bagus di mata para masyarakat dan tes psikologi ini membuat para orang percaya sehingga banyak orang yang lebih memilih tes online dari pada datang langsung ke psikolog, selain itu juga biayanya pun hemat di banding datang ke psikolognya.
  9. Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid.
Sumber:

psikoterapi Online


Psikoterapi Online

Apa itu Psikoterapi?

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:

  1. Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
  2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
  3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:

  • Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
  • Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
  • Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
  • Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
  • Mengembangkan potensi klien.
  • Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
  • Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
  • Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
  • Membantu penyembuhan penyakit fisik.
  • Meningkatkan kesadaran diri.
  • Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
  • Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi

Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena roh jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena sebagian masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya.

Konsep Online

Online konseling mengacu pada kegiatan konseling yang berbasis hubungan virtual dengan beradasar pada kebutuhan klien yang masih mempunyai jarak dan masih ragu untuk lebih terbuka kepada orang lain (Hanley T., 2006).

Walaupun sebenarnya online konseling merupakan hal yang masih langka di Indonesia namun beberapa negara maju di bidang teknologi telah memanfaatkan teknologi informasi ini dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakatnya.

Psikoterapi yang dilakukan melalui sambungan internet bisa juga kita katakan sebagai terapi online, karena terapi ini bisa dilakukan oleh 2 pihak (terapis dan klien) tanpa harus bertemu secara langsung di satu tempat. Psikoterapi secara online ini bisa dilakukan melalui E-mail, Instant Messaging, Real – Time chat, telepon internet, videoconferencing. Interaksi dalam psikoterapi online ini berlangsung dalam waktu yang fleksibel dan sesuai dengan yang disepakati oleh 2 pihak (terapis dan klien). Psikoterapi secara online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas di bawah ini.

Disini ada beberapa kekurangan dan kelebihan Psikoterapi online :

Kelebihan :

  •  Menghemat waktu, karena klien tidak perlu Repot-repot untuk datang ke tempat Psikoterapis

  • Lebih Hemat dan Murah, biasanya Psikoterapi yang di Lakukan secara Online memiliki Cost harga yang lebih murah ketimbang Datang langsung ke Tempat Terapis, bahkan ada Psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias Gratis

  • Cocok untuk Orang yang Memiliki Kepribadian Tertutup alias Pemalu, biasanya orang Pemalu akan lebih terbuka dan Berani jika Terapis di lakukan jarak jauh ketimbang Bertatap Muka langsung

 

Kekurangan :

  • Sang Terapis, dalam hal ini sang Psikolog, tidak mengetahui bagaimana keadaan klien sesungguhnya itu seperti apa.

  • Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana Bahasa Tubuh si Klien, tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang Psikolog untuk bisa mengetahui Kepribadian, karakteristik, dan bahkan Permasalahan yang sedang di alami Sang Klien

Bentuk Aplikasi Psikoterapis dengan Bantuan Internet

Berikut adalah aplikasinya:

  1. E-Counseling

Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam  bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).

Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :

  1. Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselor.
  2. Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
  3. Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi “sekarang”, sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553).

  1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer

Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya “Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi”, mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa :

  1. CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
  2. CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
  3. CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
  4. CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.

  1. Test Personality Plus Berbasis Web

Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

  1. E-Terapi

E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.

Kelebihan Psikoterapis dengan Bantuan Internet

Berikut kelebihannya:

  1. Menghemat waktu, karena klien tidak perlu repot-repot untuk datang ke tempat psikoterapis
  2. Lebih hemat dan murah, biasanya psikoterapi yang di lakukan secara online memiliki cost harga yang lebih murah ketimbang datang langsung ke tempat terapis, bahkan ada psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias gratis
  3. Cocok untuk orang yang memiliki kepribadian tertutup alias pemalu, biasanya orang pemalu akan lebih terbuka dan berani jika terapis di lakukan jarak jauh ketimbang bertatap muka langsung.
  4. Hasil dapat diketahui dengan cepat.
  5. Dapat dilakukan berkali-kali.

Keterbatasan Psikoterapis dengan Bantuan Internet

Berikut keterbatasannya:

  1. Sang terapis, dalam hal ini sang psikolog, tidak mengetahui bagaimana keadaan klien         sesungguhnya itu seperti apa.

b.Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana bahasa tubuh si klien, tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang Psikolog untuk bisa mengetahui kepribadian, karakteristik, dan bahkan permasalahan yang sedang di alami sang klien

  1. Hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada        psikolog secara langsung.
  2. Alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi,dan lain sebagainya

.   

Metode Psikoterapi yang dipakai dari sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan, yaitu:

1.      Psychoanalysis & Psychodynamic Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar.

2.      Behavior Therapy Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup.

3.      Cognitive Therapy Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.

4.      Humanistic Therapy Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

5.      Integrative / Holistic Therapy yang sering ditemui adalah seorang klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja.

Ini adalah contoh dari test psikologi online menggunakan http://www.ipersonic.net/id/2.html


   Sumber

Krisdiantoro, Ary. Pengantar Psikologi Klinis. Catatan Kuliah Seri 1, 2­3.